TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi berkurang sejak Senin (8/11) malam hingga Selasa (9/11). Tidak ada peningkatan secara signifikan dalam aktivitas kegempaannya. “Memang aktivitas agak mereda sejak semalam. Seismograf tidak menunjukkan over skill. Tapi itu belum tentu berakhir,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian Yogyakarta Subandrio dalam pertemuan bersama Forum Legislator DIY di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Yogyakarta, Selasa (9/11).
Status Merapi saat ini masih awas dan zona aman masih pada radius di atas 20 kilometer. Meski demikian, Subandrio mengingatkan, bahwa masa jeda seperti saat ini biasanya justru masa di mana Merapi mengumpulkan energi. “Karena injeksi magmanya sangat cepat. Jadi jangan kaget kalau kemudian terjadi letusan yang besar,” kata Subandrio.
Bahkan kecepatan penambahan magma di perut Merapi bisa mencapai 25 meter kubik per detik.
Dikutip dari : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/11/09/brk,20101109-290590,id.html
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 13 November 2010
Aktivitas Merapi Menurun
YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan pengembangan Kegunungapian menyebutkan aktivitas Gunung Merapi mengalami penurunan.
Petugas piket BPPTK Yogyakarta Merti menyebutkan sejak pukul 00.00 Wib- 06.00 Wib tercatat masih adanya gempa dan guguran. Begitu juga dengan adanya asap putih kecoklatan yang condong ke arah barat.
"Untuk awan panas tidak ada begitu juga dengan hujan abu vulkani,"katanya saat dihubungi okezone, Jumat (12/11/2010).
Namun demikian menurutnya status Merapi masih awas. Sedangkan untuk aktivitas mengalami penurunan. Namun demikian ia mengaku tidak bisa memprediksi aktivitas merapi kedepannya.
Dikutip dari : http://news.okezone.com/read/2010/11/12/340/392534/aktivitas-merapi-menurun
Gempa Tektonik, bukan Aktivitas Merapi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga Yogyakarta sempat mempertanyakan gempa cukup kuat yang mengguncang wilayah tersebut, Selasa (9/11/2010) siang. Mereka mempertanyakan kemungkinan apakah pusat gempa berasal dari Gunung Merapi.
Gempa merupakan salah satu tanda-tanda peningkatan aktivitas gunung berapi sehingga getaran yang kuat sempat membuat warga khawatir. Sebelum Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan letusan, hal itu selalu diawali dengan peningkatan aktivitas, termasuk kegempaan.
Namun, dipastikan bahwa gempa tersebut bukan aktivitas Gunung Merapi. Dari data yang dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik berpusat di laut sekitar 125 kilometer barat daya Bantul. Gempa berkekuatan 5,6 skala Richter dan berpusat di kedalaman 10 kilometer.
Gempa merupakan salah satu tanda-tanda peningkatan aktivitas gunung berapi sehingga getaran yang kuat sempat membuat warga khawatir. Sebelum Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan letusan, hal itu selalu diawali dengan peningkatan aktivitas, termasuk kegempaan.
Namun, dipastikan bahwa gempa tersebut bukan aktivitas Gunung Merapi. Dari data yang dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik berpusat di laut sekitar 125 kilometer barat daya Bantul. Gempa berkekuatan 5,6 skala Richter dan berpusat di kedalaman 10 kilometer.
Jumat, 12 November 2010
Aktivitas Merapi-4
Liputan6.com, Yogyakarta: Tiga vulkanolog Jepang tiba di Yogyakarta , Jawa Tengah, Jumat (12/11), untuk ikut memantau aktivitas Gunung Merapi. Ketiga peneliti ini memang diminta pemerintah Indonesia untuk memantau letusan besar yang diakibatkan oleh gunung teraktif di dunia itu. Para peneliti akan menganalisis data baru untuk memprediksi letusan di masa mendatang, serta membantu warga sekitar menyelamatkan diri tepat pada waktunya.
Profesor Masato Iguchi dari Institut Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, serta dua profesor lainnya telah memasang mikrofon yang sangat sensitif di tiga lokasi di Gunung Merapi. Alat ini dapat mendeteksi suara yang sangat kecil terdengar ke telinga manusia. Iguchi mengatakan letusan dapat mengganggu kegiatan pemantauan di Jepang. Jadi penelitian ini sangat penting untuk menemukan cara dalam membangun kembali sistem pengawasan.
Beberapa seismometer dan peralatan pemantuan lainnya telah kedaluwarsa. Hal itu disebabkan sejak Gunung Merapi membuat letusan terbesar sepanjang sejarah 100 tahun pada 26 Oktober silam. Saat ini diperkirakan ratusan orang meninggal dunia akibat letusan itu, serta ratusan ribu orang masih mengungsi di tempat yang aman.(ANS/NHK)
Profesor Masato Iguchi dari Institut Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, serta dua profesor lainnya telah memasang mikrofon yang sangat sensitif di tiga lokasi di Gunung Merapi. Alat ini dapat mendeteksi suara yang sangat kecil terdengar ke telinga manusia. Iguchi mengatakan letusan dapat mengganggu kegiatan pemantauan di Jepang. Jadi penelitian ini sangat penting untuk menemukan cara dalam membangun kembali sistem pengawasan.
Beberapa seismometer dan peralatan pemantuan lainnya telah kedaluwarsa. Hal itu disebabkan sejak Gunung Merapi membuat letusan terbesar sepanjang sejarah 100 tahun pada 26 Oktober silam. Saat ini diperkirakan ratusan orang meninggal dunia akibat letusan itu, serta ratusan ribu orang masih mengungsi di tempat yang aman.(ANS/NHK)
Dikutip dari : http://tekno.liputan6.com/berita/201011/306329/Peneliti.Jepang.Ikut.Pantau.Aktivitas.Merapi
Aktivitas Merapi-3
Liputan6.com, Sleman: Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Abu vulkanik terus keluar dari gunung teraktif di Indonesia. Pantauan SCTV, Rabu (10/11), abu vulkanik cenderung berhembus ke arah barat, yaitu Kota Muntilan serta Magelang. Untuk para pengendara di kedua kota ini diharapkan berhati-hati karena abu vulkanik bisa membuat jarak pandang terbatas.
Informasi dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian atau BPPTK Yogyakarta, Merapi terus beraktivitas. Sejak pukul 01.00 hingga 06.00 WIB tercatat terjadi gua kali gempa vulkanik dan gempa tremor secara beruntun. Guguran juga terjadi dua lima kali. Sementara gemuruh terus terdengar dengan intensitas relatif kecil hingga pukul 04.00 WIB.(BOG)
Dikutip dari : http://berita.liputan6.com/liputanpilihan/201011/305845/Aktivitas.Merapi.Terus.Meningkat
Informasi dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian atau BPPTK Yogyakarta, Merapi terus beraktivitas. Sejak pukul 01.00 hingga 06.00 WIB tercatat terjadi gua kali gempa vulkanik dan gempa tremor secara beruntun. Guguran juga terjadi dua lima kali. Sementara gemuruh terus terdengar dengan intensitas relatif kecil hingga pukul 04.00 WIB.(BOG)
Dikutip dari : http://berita.liputan6.com/liputanpilihan/201011/305845/Aktivitas.Merapi.Terus.Meningkat
Aktivitas Merapi-2
KLATEN--MICOM: Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Senin (8/11) pagi menurun dibanding hari-hari sebelumnya. Namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menegaskan status gunung berapi teraktif di dunia itu masih awas dan sewaktu-waktu bisa kembali meningkat.
Saat ini hanya guguran material vulkanik masih terlihat dan awan panas dengan volume sedang hampir menutupi puncak Merapi. Material vulkanik berguguran ke arah baratdaya atau ke wilayah Muntilan, Magelang, Jateng. Data BPPTK Yogyakarta juga menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan masih terjadi di puncak Merapi.
Artinya aktivitas gunung masih fluktuatif, bisa sewaktu-waktu kembali meningkat. Karena itu status gunung pun masih Awas. Warga pun masih dilarang kembali ke rumah di lereng Merapi atau dalam radius 20 kilometer dari puncak Merapi.(*/Metrotvnews/OL-04)
Dikutip dari : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/11/180381/274/101/Aktivitas-Merapi-Menurun-Status-tetap-Awas
Saat ini hanya guguran material vulkanik masih terlihat dan awan panas dengan volume sedang hampir menutupi puncak Merapi. Material vulkanik berguguran ke arah baratdaya atau ke wilayah Muntilan, Magelang, Jateng. Data BPPTK Yogyakarta juga menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan masih terjadi di puncak Merapi.
Artinya aktivitas gunung masih fluktuatif, bisa sewaktu-waktu kembali meningkat. Karena itu status gunung pun masih Awas. Warga pun masih dilarang kembali ke rumah di lereng Merapi atau dalam radius 20 kilometer dari puncak Merapi.(*/Metrotvnews/OL-04)
Dikutip dari : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/11/180381/274/101/Aktivitas-Merapi-Menurun-Status-tetap-Awas
Aktivitas Merapi-1
"Ya memang kemarin ada peningkatan, memang sejak 7 November pagi jam 4 dini hari peningkatan cukup tajam tanpa henti dan suara gemuruh terdengar sampai lebih dari 40 km, 60 km, suara sangat gemuruh sangat kuat tadi malam," ujar Kepala Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio.
Hal itu disampaikan dia saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/11/2010).
Apalagi Minggu (7/11/2010) sekitar pukul 23.00 WIB ada gempa tektonik lokal, yang menurut Subandrio sebelumnya tidak berdampak secara langsung pada aktivitas vulkanik Merapi.
"Sejauh ini aktivitas masih tinggi pagi ini, namun kekuatannya relatif menurun dibanding hari kemarin," jelasnya.
Untuk guguran lava pijar, biasa terjadi saat erupsi. Lava pijar Minggu kemarin dominan mengarah ke Kali Gendol dan Kali Woro.
"Untuk lava pijar, hari ini belum dapat laporan," katanya.
Dengan demikian, untuk jarak aman dari erupsi Gunung Merapi, Subandrio masih menegaskan 20 km, belum berubah.
"Itu untuk arah selatan, tenggara dan barat. Untuk barat laut dan utara, bagian Kabupaten Boyolali dan sebagian Klaten jarak aman 10 km," papar dia.
Dia pun mengimbau agar masyarakat tak mudah terpancing isu.
"Khususnya untuk masyarakat sekitar Merapi jangan terpancing dengan isu letusan sampai 60 km, ada gas beracun dan sebagainya, sampai sekarang nggak terbukti," pesan dia.
(nwk/asp)
Dikutip dari :
Langganan:
Postingan (Atom)




